Analisis Rasio
Ada dua masalah yang harus dibahas ketika
melakukan analisis rasio dalam lingkungan internasional :
a)
Apakah perbedaan lintas Negara dalam prinsip akuntansi
menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka-angka laporan keuangan yang dilaporkan
perusahaan dari Negara yang berbeda?
b)
Seberapa jauh perbedaan dalam budaya serta kondisi persaingan
dan ekonomi local memperngaruhi interpertasi ukuran akuntansi dan rasio
keuangan, meskipun pengukuran akuntansi dari negeri yang berbeda disajikan
ulang agar tercapai “ daya banding akuntansi”? Sejumlah bukti yang kuat
menunjukkan adanya perberdaan besar antarnegara dalam profitabilitas,
pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan keuangan lainnya yang berasal dari
factor akuntansi dan non akuntansi.
Ringkasan Rasio
Keuangan
|
Rasio
|
Rumus Perhitungan
|
|
I.
Likuiditas
1.
Rasio lancar
2.
Rasio cepat atau acid test
3.
Rasio utang kas kini
|
Aktiva lancar
Kewajiban lancar
Kas, surat berharga
yang dapat diperjualbelikan
Kewajiban lancar
Kas bersih yang
berasal dari kegiatan operasi
Rata-rata kewajiban
lancar
|
|
II.
Efisiensi
4.
Perputaran piutang
5.
Perputaran persediaan
6.
Perputaran aktiva
|
Penjualan bersih
Rata-rata piutang
dagang (bersih)
Harga pokok
penjualan
Rata-rata persediaan
Penjualan bersih
Rata-rata jumlah
aktiva
|
|
III.
Profitabilitas
7.
Margin laba atas penjualan
8.
Tingkat imbalan atas aktiva
9.
Tingkat imbalan atas ekuitas saham biasa
10. Laba per saham
11. Rasio pembayaran
|
Laba bersih
Penjualan bersih
Laba bersih
Rata-rata jumlah
aktiva
Laba bersih
dikurangi dividen saham preferen
Rata-rata ekuitas
pemilik saham biasa
Laba bersih
dikurangi dividen saham preferen
Rata-rata tertimbang
saham beredar
Dividen tunai
Laba bersih
|
|
IV.
Converage
12. Rasio utang terhadap
total aktiva
13. Times interest
earned
14. Cash debt coverage
ratio
15. Nilai buku per saham
|
Utang
Jumlah aktiva atau
ekuitas
Laba sebelum beban
bunga dan pajak
Beban bunga
Arus kas dari
kegiatan operasi
Rata-rata jumlah
kewajiban
Ekuitas pemegang
saham biasa
Jumlah saham yang
beredar
|
c)
Seberapa besar perbedaan dalam pos-pos laporan keuangan
disebabkan oleh perbedaan prinsip-prinsip akuntansi nasional ? Ratusan
perusahaan non AS yang mencatatkan saham di Bursa-bursa efek AS melakukan
pengungkapan rekonsiliasi berupa catatan kaki yang memberikan bukti terhadap
pernyataan ini, setidaknya dalam konteks perbedaan antara nilai akuntansi
berdasarkan GAAP AS dan berdasarkan GAAP non AS.
Lima jenis perbedaan laporan keuangan yang diungkapkan oleh sejumlah besar emiten adalah:
1. Depresiasi
dan amortisasi
2. Biaya
yang ditangguhkan
3. Pajak
tangguhan
4. Pensiun
5. Transaksi
mata uang asing
Analisis Arus Kas
Laporan arus kas yang sangat mendetail sangat
diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS, dan standar akuntansi di
sejumlah Negara yang jumlahnya semakin bertambah. Ukuran-ukuran yang berkaitan
dengan arus kas sangat bermanfaat khusunya dalam analisis internasional karena
tidak telalu dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan
dengan ukuran-ukuran berbasis laba Apabila laporan arus kas tidak disajikan,
sering kali ditemukan kesulitan untuk menghitung arus kas dari operasi dan
ukuran arus kas lainya dengan menyelesaikan laba berbasis actual.
Mekanisme untuk
Mengatasi
Untuk mengatasi perbedaan prinsip akuntansi
lintas Negara, beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut
sekelompok prinsip yang diakui secara internasional atau sesuai dengan dasar
lain yang lebih umum. Beberapa yang lain mengembangkan pemahaman yang lengkap
atas praktik akuntansi di sekelompok Negara tertentu dan membatasinya analisis
mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Negara-negara tersebut.
ANALISIS PROSPEKTIF
INTERNASIONAL
Analisis prospektif Mencakup tahap peramalan
dan penilaian. Ketika melakukan peramalan para analis membuat ramalan mengenai
prospek perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan
akuntansi dan analisis keuangan. Ketika melakukan penilaian, analisis mengubah
ramalan kuantitatif menjadi suatu estimasi nilai perusahaan. Penilaian digunakan
secara implisit maupun eksplisit dalam banyak keputusan usaha. Terdeapat banyak
pendekatan penilaian yang berbeda digunakan dalam praktik, mulai dari analisis
arus kas terdiskonto hingga teknik yang lebih sederhana yang berdasarkan
perkalian berbasis harga.
Para pakar dalam melakukan penilaian internasional memberikan peringatan berikut ini kepada mereka yang melakukan analisis prospektif internasional. Setiap aturan yang telah dipelajari di negera asal anda menjadi tidak berlaku di LN. Fluktuasi kurs, perbedaan akuntansi, perbedaan praktik, dan kebiasaan bisnis, perbedaan pasar modal, dan banyak faktor lainnya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peramalan dan penilaian internasional.
Sebagai contoh, dengan analisis arus kas
terdiskonto seserorang menilai suatu usaha berdasarkan nilai kini ekspekstasi
arus kas yang didiskontokan sesuai dengan tingkat suku bunga yang mencerminkan
tingkat resiko arus kas tersebut. Meskipun prinsip penilaian ini tidak berbeda
dengan antara pasar maju dan pasar berkembang, kebanyakan variabel masukan yang
dianggap ada di pasar maju mungkin tidak dapat diperoleh diperekonomian yang
sedang berkembang. Sebagai contoh, suku bunga obligasi pemerintah yang sering
kali digunakan sebagai acuan suku bunga bebas risiko, mengasumsikan bahwa
pemerintah tidak akan gagal bayar, setidaknya untuk peminjaman lokal. Variabel
masukan lain sperti parameter risiko dan premium pada umumnya sukar untuk
diestimasikan karena sedikitnya jumlah data historis.